Tapak

Skor triase penyakit tungkai tanpa alat

Layanan primer · usia 40 tahun ke atas

Siapa yang perlu diperiksa kakinya lebih dulu?

Enam pertanyaan dari data rutin rekam medis. Hasilnya membantu mengurutkan pasien untuk pemeriksaan ABI dan monofilamen ketika waktu periksa tidak cukup untuk semua orang.

Ada luka kaki aktif atau riwayat amputasi? Periksa atau rujuk langsung. Pasien seperti ini tidak perlu diskor.

–
tahun

Jenis kelamin –
–

Ukur melingkar tepat di atas krista iliaka, di akhir embusan napas biasa.

cm

Merokok –
Diabetes –

Hitung lamanya sejak pertama kali didiagnosis.

Penyakit kardiovaskular yang sudah diketahui –

Yang pernah didiagnosis, misalnya penyakit jantung koroner, serangan jantung, atau stroke.

Catatan dan rujukan

Cara skor dihitung

Skor dimulai dari 2 poin. Setiap jawaban lalu menambah atau mengurangi poin. Poin usia dan lingkar pinggang dibulatkan ke bilangan bulat terdekat.

Konstanta
+2
Diberikan kepada semua pasien
Usia
+1 per 5 tahun
Dihitung dari 40 tahun (setara +2 per 10 tahun)
Lingkar pinggang
+1 per 15 cm
Dihitung dari 70 cm; di bawah 62,5 cm menjadi −1
Merokok aktif
+2
Sudah berhenti atau tidak pernah merokok: 0
Diabetes
+1 per kategori
Tidak ada 0 · < 5 tahun 1 · 5–10 tahun 2 · > 10 tahun 3
Penyakit kardiovaskular
+1
Bila sudah pernah didiagnosis
Perempuan
−1
Laki-laki: 0
Tekanan darah sistolik, riwayat berhenti merokok, terapi antihipertensi
0
Tetap ada di model lengkap, tetapi bobotnya kurang dari setengah poin sehingga dibulatkan menjadi 0. Karena itu tidak ditanyakan di sini.
Usia
TahunPoin
40–420
43–471
48–522
53–573
58–624
63–675
68–726
73–777
78–828
83 ke atas9
Lingkar pinggang
cmPoin
50–62,4−1
62,5–77,40
77,5–92,41
92,5–107,42
107,5–122,43
122,5–137,44
137,5–152,45
152,5 ke atas+1 tiap 15 cm

Usia di atas 85 tahun dihitung sebagai 85 karena NHANES 1999–2004 mencatat usia paling tinggi 85 tahun. Contoh: laki-laki 65 tahun, masih merokok, lingkar pinggang 100 cm, tanpa diabetes dan tanpa penyakit kardiovaskular mendapat 2 + 5 + 2 + 2 = 11 poin.

Membaca hasil

Angka risiko adalah proporsi peserta studi di tiap kelompok skor yang ternyata memiliki PAD (ABI di bawah 0,90 pada salah satu tungkai) atau neuropati perifer (minimal satu titik tidak terasa dengan monofilamen 10 g). Angka ini berasal dari data Amerika Serikat 1999–2004, jadi proporsi di tempat Anda bisa berbeda.

SkorPesertaKasusRisiko teramati
≤ 41.117635,6%
5–61.4301369,5%
7–81.61324515,2%
9–101.66641524,9%
≥ 112.25495442,3%
Semua8.0801.81322,4%

Sumber: Tabel 3 paper. Menunggu keluhan juga tidak bisa diandalkan: 88,1% kasus dalam studi ini tidak mengeluhkan nyeri tungkai.

Memilih batas skor sesuai kapasitas

Paper ini menilai skor dalam kondisi kapasitas terbatas: pasien diurutkan dari skor tertinggi, lalu diperiksa sebanyak yang sanggup ditangani hari itu. Bila layanan Anda lebih suka memakai batas skor tetap, tabel ini membantu memperkirakan bebannya.

Periksa bila skorPasien yang diperiksaKasus yang terjaringPemeriksaan per 1 kasus
≥ 1127,9%52,6%2,4
≥ 948,5%75,5%2,9
≥ 768,5%89,0%3,4
≥ 586,2%96,5%4,0
Semua pasien100%100%4,5

Dihitung langsung dari tabel kelompok skor di atas (n = 8.080). Pada batas kapasitas 20%, urutan berdasarkan skor menemukan 636 kasus, sedangkan memeriksa pasien diabetes saja menemukan 428 kasus dari jumlah pemeriksaan yang sama.

Tentang studi
  • DataTiga siklus NHANES 1999–2004, satu-satunya data nasional yang memeriksa ABI dan monofilamen pada peserta yang sama. Sebanyak 8.080 orang dewasa berusia 40 tahun ke atas; 1.813 di antaranya (22,4%) memiliki PAD atau neuropati perifer. Prevalensi berbobot 16,97%.
  • ModelRegresi logistik dengan restricted cubic spline, imputasi ganda (m = 20), dan validasi internal dengan 1.000 sampel bootstrap.
  • PerformaAUC terkoreksi optimisme 0,739 (IK 95% 0,727–0,752), slope kalibrasi 0,986. Versi skor bilangan bulat yang dipakai di sini: AUC 0,729.
  • KapasitasDengan kapasitas periksa 20%, urutan berdasarkan skor menemukan 48% lebih banyak kasus dibanding kebiasaan mendahulukan pasien diabetes. Sebanyak 77,3% kasus terjadi pada orang tanpa diagnosis diabetes.
  • PrognosisSelama median 16,2 tahun, mortalitas kardiovaskular naik dari 1,1 per 1.000 orang-tahun (skor 0–5) menjadi 29,5 (skor ≥ 11). HR 1,238 per poin setelah disesuaikan dengan usia dan jenis kelamin.
Batasan
  • Skor ini baru divalidasi secara internal. Validasi eksternal di layanan primer, termasuk di Indonesia, masih diperlukan sebelum dipakai rutin.
  • Skor mengurutkan antrean pemeriksaan, bukan menegakkan diagnosis. PAD dan neuropati tetap dipastikan dengan ABI dan monofilamen.
  • Pasien diabetes tetap dianjurkan menjalani pemeriksaan kaki berkala sesuai pedoman, berapa pun skornya.
  • Data berasal dari Amerika Serikat 1999–2004. Orang dengan amputasi kedua tungkai atau berat badan di atas 400 pon (sekitar 181 kg) tidak diperiksa dalam survei, jadi kelompok paling berisiko justru tidak terwakili.
  • Target awal studi tidak tercapai: sensitivitas 85% ternyata menuntut pemeriksaan 65,7% pasien, bukan 40% atau kurang seperti yang direncanakan.